<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756</id><updated>2011-07-09T01:23:33.527+07:00</updated><category term='ACTIVITY'/><category term='STUTTER'/><title type='text'>Blocking Moments</title><subtitle type='html'>tempat berbagi cerita kegagapan untuk menggugah kepercayaan diri para PWS (person who stutter)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756.post-6691590743963699859</id><published>2010-01-02T11:39:00.000+07:00</published><updated>2010-01-02T12:08:59.561+07:00</updated><title type='text'>The Amazing "Soft Contact"</title><content type='html'>Ternyata saya bisa bicara dengan soft contact, saudara-saudaraku. Horeee. Buktinya, tanggal 31 Desember lalu saat kami - aku, Dimas dan Wiwik - latihan bersama, saya bisa bicara lancar tanpa blocking dan jeda dalam satu tarikan nafas. Saya mengucapkannya dengan teknik soft contact seperti yang diajarkan Dimas selama ini, yaitu midifikasi bibir tidak terkatup rapat dan membiarkan udara mengalir. &lt;br /&gt;Sejak berkenalan dengan soft contact (SC) beberapa bulan lalu, saya sering berlatih. Tiap pagi saya latih sambil membaca koran, tapi tidak saya praktekkan dalam bicara sehari-hari. Rasanya masih terdengar aneh karena cenderung lambat dan cadel. &lt;br /&gt;Nah ketika dipraktekkan kemarin, ternyata udah bisa. Bicaraku jadi lancar selancar-lancarnya. It's amazing! Alhamdulilah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8942161066239146756-6691590743963699859?l=blockingmoments.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/6691590743963699859/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2010/01/amazing-soft-contact.html#comment-form' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/6691590743963699859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/6691590743963699859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2010/01/amazing-soft-contact.html' title='The Amazing &quot;Soft Contact&quot;'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756.post-946533813738711352</id><published>2009-12-19T00:33:00.002+07:00</published><updated>2009-12-19T01:43:41.548+07:00</updated><title type='text'>Beban Psikologis</title><content type='html'>Ada beban psikologis dalam jiwa seseorang maka ia menjadi penggagap, atau gagap membuat ia jadi punya beban psikologis dalam jiwanya. Hayo mana yang duluan? Tebak aja silakan, tapi saya juga nggak tau jawabannya wong saya juga mau nebak kok. hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisanya terhadap diri saya dulu deh.  Masalah psikologis di masa kecil yang mempengaruhi perkembangan jiwa saya keliatannya memang ada, kondisi keluarga yang tidak kondusif, lalu ada tekanan jiwa ketika saya sebagai si kidal, dipaksa menulis dengan menggunakan tangan kanan. Udah itu aja jangan banyak-banyak. Kalau banyak-banyak nanti saya digiring ke sanatorium. Anyway, masalah-masalah di atas terjadi dalam hidup saya, dan kenyataannya saya gagap.  Tapi apakah masalah tersebut dan gagap ada hubungannya? Nnnaaah nggak tau juga deh. Bisa juga tidak berhubungan, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubungan atau tidak, selanjutnya sebagai pws saya pernah merasakan beban psikologis. Rasa tidak percaya diri, itu yang paling sering.  Malu yang berlebihan serta keengganan bicara merupakan buntutnya. Kalau katanya membenahi sesuatu harus dari akarnya, dan akar permasalahan gagap saya nggak ketemu, maka saya berkeputusan, gagap ini tidak perlu dibenahi.  Huuuuh haaaaaah (tarik napas dan keluarkan). Eheeeem dan yang perlu dibenahi adalah masalah psikologis yang timbul, yaitu meningkatkan rasa percaya diri tadi.  Berbagai cara saya lakukan, antara lain berkarier secara profesional (dan mengatasi berbagai masalah yang ada), berteman dengan banyak orang, banyak membaca sehingga kalo ngomong ada isinya dan yang paling bisa jadi senjata adalah menjadi orang yang humoris. Hingga akhirnya kalau dulu nggak percaya diri sekarang saya jadi orang yang cuek beibeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat dari peningkatan rasa percaya diri ini...lho kok gagap saya jadi berkurang. Nnaah sekarang bingung lagi kan, mana yang duluan.  Hmmm sudahlah, nggak usah mikir lagi mana yang duluan, yang penting saya bisa survive menjalani hidup ini.... wah mantab...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8942161066239146756-946533813738711352?l=blockingmoments.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/946533813738711352/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/12/beban-psikologis.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/946533813738711352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/946533813738711352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/12/beban-psikologis.html' title='Beban Psikologis'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756.post-7816089387561551082</id><published>2009-12-12T15:46:00.004+07:00</published><updated>2009-12-15T18:46:22.356+07:00</updated><title type='text'>Eye Contact</title><content type='html'>Dari berbagai therapy bicara yang saya amati -- Amati lho, bukan ikuti, maklum nggak pernah ikut therapy sih -- therapist selalu menganjurkan pws untuk tetap menatap mata lawan bicara, walaupun blocking sedang menghadang. Sifat ini sebenarnya memang sudah diajarkan kepada kita oleh para orangtua, para guru dan para konsultan etiket: pandanglah mata lawan bicara Anda. Itu dikatakan sopan, saling menghargai pembicaraan masing-masing, ya kan? Nah tapi eye contact ini merupakan hal yang sulit pagi pws, atau paling tidak, sulit bagi saya. Kalau blocking, pandangan saya cenderung mblalar kemana-mana, alias jelalatan ke berbagai arah, justru menghindar mata lawan bicara.  Alasannya, malu, trus semacam nggak siap melihat pandangan kasihan, kaget, merasa lucu, dll. Pasti ada reaksi yang tidak siap saya lihat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm tapi.... entah dapet dorongan dari mana, mulai sekarang, udah beberapa hari ini sih, saya bertekad untuk tetap menatap mata lawan bicara saya meskipun saya lagi blocking. Caranya gini, ketika memulai pembicaraan dengan kata-kata yang pendek dan pelan saya mulai menatap mata lawan bicara. Pancing dulu biar dia yang ngomong duluan, saat itulah saya menatap matanya.  Lalu ketika giliran saya ngomong mata saya tetap di matanya. Nah kalau kala itu blocking, bertahan....yasmin... bertahan...hehe gitu kata saya dalam hati biasanya.  Biarkan saja dia melihat apa yang terjadi, gimana saya berjuang untuk mengucapkan kata-kata maksudnya. Udah abis itu nggak usah pikir apa-apa, nggak usah nebak-nebak apa yang ada di pikirannya, dsb. Gitu. Kalau ini yang saya aplikasikan, tidak jarang justru si lawan bicara itu yang memalingkan muka, hehehe... saya menang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8942161066239146756-7816089387561551082?l=blockingmoments.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/7816089387561551082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/12/eye-contact.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/7816089387561551082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/7816089387561551082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/12/eye-contact.html' title='Eye Contact'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756.post-6326254997404779183</id><published>2009-12-09T16:17:00.005+07:00</published><updated>2009-12-11T21:17:02.471+07:00</updated><title type='text'>Meeting Roy</title><content type='html'>Beberapa waktu lalu, saya dugem dengan teman-teman lama, salah satunya teman lama saya bernama Roy.  Dia dulu gagap, bahkan lebih dikenal dengan nama Roy Gagap daripada nama panjangnya yang sebenarnya.  Kasian ya... Tapi itu dulu, sekarang kedengerannya dia sudah lancar bicara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi perkiraan saya bahwa Roy sudah terbebas dari kegagapannya ternyata salah.  Dia masih gagap terutama ketika ngomong kalimat-kalimat yang panjang. Dan lebih terdengar lagi ketika kami sudah menjauh dari hingar bingar area dugem.  Bagi pws seperti kami, area bergaul yang paling asyik memang di club atau diskotik. Baru tahu kan? Logikanya begini, musik yang hingar bingar mengurangi keharusan kami bicara.  Komunikasi lebih banyak dilakukan dengan bahasa tubuh. Gitu lho....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tempat dugem kami sepakat menghabiskan sisa malam di warung jagung bakar. Rombongan pertama berangkat, menumpang mobil Roy yang muat banyak.  Isinya Roy dan teman-teman lain yang cewek-cewek. Saya masuk ke rombongan kedua.  Tahu-tahu sms dari salah satu cewek peserta rombongan pertama masuk ke hp saya.  "Cepetan ke sini, kami nggak sabar ngobrol sama orang gagap nih, lama banget ngomongnya."&lt;br /&gt;Aaaaah.... ooooohhhh...... uaaaahhhhh.... kenapa sih saya yang dapet sms seperti ini.  Mendidih deh rasanya.... Please deh teman-teman, jangan nggak sabar dong, terimalah Roy apa adanya, yang sabar dong.... aaaahhh ya nggak bisa maksa orang harus sabar juga sih.... aaaahhhhh...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8942161066239146756-6326254997404779183?l=blockingmoments.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/6326254997404779183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/12/meeting-roy.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/6326254997404779183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/6326254997404779183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/12/meeting-roy.html' title='Meeting Roy'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756.post-9024009879281957704</id><published>2009-12-07T17:09:00.003+07:00</published><updated>2009-12-07T18:16:28.052+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STUTTER'/><title type='text'>Dengan Bangku Kosong di Antara Kami</title><content type='html'>Dalam cabin pesawat di suatu perjalanan. Saya masuk pesawat cukup awal. Duduk di pinggir jendela sesuai angka yang tertera di boarding pass. Berikutnya seorang gadis yang datang, duduknya di alley, dengan bangku kosong di antara kami. Terakhir seorang pria tepatnya bapak-bapak yang duduk di tengah. Pesawat tak begitu penuh, sehingga bapak2 itu pindah ke kursi lain yang kosong. Kembali saya bersebelahan dengan gadis itu dengan bangku kosong di antara kami. Dia keturunan cina, rambutnya panjang, badannya langsing, wajahnya cantik dengan bulu-bulu tipis yang kelihatan cukup jelas seperti "kumis".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Take off lancar dan perjalanan di atas pun terasa smooth. Pramugari yang di masa kini berambut terurai tak dicepol membagikan dan menjajakan makanan. Kebetulan saya naik pesawat dari maskapai yang modelnya menjual makanan di atas pesawat... hehehe yang murah-murah itu lho... Saya sebenernya lapar. Pesan nggak ya? Tapi nanti kalo gagap gimana? Bukan apa-apa,  malu sama gadis di sebelah saya, yang posisinya dengan bangku kosong di antara kami. Pesan deh... eh enggak deh... pesan aja deh, tinggal panggil trus tunjukin gambar yang di buku, beres. Mau panggil tau-tau ragu lagi. Aaaaahhh keraguan seperti ini sering terjadi padaku, juga melanda pws lain sepertinya. Dalam keadaan seperti ini, seringnya sih nggak jadi pesan. Seperti saat ini, akhirnya saya memutuskan dalam hati "udah lah nggak usah aneh-aneh, tidur aja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu-tahu si gadis yang duduk di sebelah saya, dengan bangku kosong di antara kami, membeli sebotol teh. Bayar selesai, pramugari pun berlalu.&lt;br /&gt;Si gadis mencoba membuka botol plastik wadah minuman teh itu, tapi tak berhasil. Coba lagi, gagal lagi begitu terus sampai 5 kali. Kasian... oke lah saya bantu. Hmmm bantu nggak ya? Oke deh saya bantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bbbbbb....," aaaaahhhh blocking!&lt;br /&gt;Si gadis nengok. Yaaaah nengok pula dia. Saya paksakan saja melanjutkan bicara. Dengan hentakan sedikit, keluar juga kalimat itu:&lt;br /&gt;"Bbb...boleh saya coba?"&lt;br /&gt;"Oooh," jawabnya sambil mengulurkan botol teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pelintir tutup botol itu, tak kebuka, hehe ternyata memang susah. Dengan mengerahkan tenaga lebih kuat, kraaaakk, botol terbuka dan kuulurkan lagi padanya.&lt;br /&gt;"Terima kasih," begitu katanya sambil tersenyum manis. Manis lah apalagi buat aku yang sedang malu hati karena ketauan gagap. Halah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8942161066239146756-9024009879281957704?l=blockingmoments.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/9024009879281957704/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/12/dengan-bangku-kosong-di-antara-kami.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/9024009879281957704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/9024009879281957704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/12/dengan-bangku-kosong-di-antara-kami.html' title='Dengan Bangku Kosong di Antara Kami'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756.post-4506704609386737622</id><published>2009-11-14T07:20:00.002+07:00</published><updated>2009-11-14T08:48:31.886+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STUTTER'/><title type='text'>Speech Tools</title><content type='html'>Boleh dibilang kegagapanku adalah kegagapan permanen. Beberapa teman  mengatakan, gagapku nggak terlalu kedengeran, tapi teman sesama pws seperti Dimas dan Wiwik, tahu, aku gagap yang lumayan. Dimas bahkan ngasi angka 6 buatku.  Jelek amat angkanya Dim! hehe bercanda kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini, kalau kadang-kadang saya kedengerannya lancar bicara, itu karena  sedang memakai speech tools. Ini adalah "perkakas" yang digunakan oleh pws untuk bisa lancar bicara. Banyak perkakas atau alat atau cara yang bisa membuat kita kedengerannya lancar bicara.   Kalau Anda mendengar saya bicara perlahan, dengan volume kecil, kadang-kadang berjeda, serta terdengar bunyi-bunyi eeeeeemmm (kayak orang mikir) atau dehem-dehem (kayak orang menghilangkan serak) itu tools yang sering saya gunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan lalu, aku mendapat speech tools satu lagi, diperkenalkan oleh teman saya yang baik, Dimas....hehe sapa lagi? namanya soft contact. Ini cara mencegah agar bibir kita tidak terkatup rapat, sehingga masih ada udara yang mengalir, berguna untuk mendorong kata yang akan kita ucapkan, sehingga tidak terjadi blocking.  Kami sempat latihan bersama dan ternyata benar, dengan soft contact, blocking tidak terjadi.  Setelah itu saya jadi sering berlatih SC. Lumayan dapat satu lagi speech tool, walaupun latihannya harus lebih sering, karena hingga saat ini kalau saya gunakan masih terdengar cadel. Kata Dimas, dengan menguasai benar, cadel nggak akan kedengeran. Oke lah aku akan berlatih terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gini catatannya, sebenarnya aku lebih suka ngomong apa adanya, nggak pake speech tools.  Dengan demikian aku merasa bebas, walaupun gagap.  Boleh dong speech tools dipakai hanya pada saat dibutuhkan? Misalnya saat menghadapi hantu-hantu yang pernah aku ceritakan di artikel sebelumnya. Sementara gitu aja deh, I will try the best...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8942161066239146756-4506704609386737622?l=blockingmoments.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/4506704609386737622/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/11/speech-tools.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/4506704609386737622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/4506704609386737622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/11/speech-tools.html' title='Speech Tools'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756.post-7773645166663615228</id><published>2009-11-11T17:38:00.000+07:00</published><updated>2009-11-11T18:00:26.905+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STUTTER'/><title type='text'>Hantu part 2</title><content type='html'>Lho kok ada part 2? Iya karena ternyata hantunya banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hantu berikutnya adalah microphone. Saya hampir tidak pernah sanggup memegang atau berhadapan dengan  microphone, tindakan ini kan biasanya diiringi dengan kenyataan saya  harus bicara dengan alat pengeras suara itu. Rasanya lemes dan degdegan luar biasa. Suara pun dijamin nggak akan ada yg keluar. Cara mengatasinya, hindari microphone. Hahaaha itu sih bukan mengatasi ya. Tauk ah sampai sekarang saya masih belom tahu cara yg tepat agar berhasil pegang benda ini dengan perasaan nyaman dan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hantu berikutnya, laki-laki. Hehehe. Nggak usah dibahas ah yg ini, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus kalo ngobrol sama adik juga tuh, gagap-gagap abis. Tapi adik kok dianggap hantu ya? Jangan lah, cantik dan baik gitu kok. Hehehehe&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8942161066239146756-7773645166663615228?l=blockingmoments.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/7773645166663615228/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/11/hantu-part-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/7773645166663615228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/7773645166663615228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/11/hantu-part-2.html' title='Hantu part 2'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756.post-967496423167489714</id><published>2009-11-09T19:33:00.004+07:00</published><updated>2009-11-10T06:18:07.882+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STUTTER'/><title type='text'>Hantu</title><content type='html'>Lapor,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kondisi saya sekarang baik-baik saja.  Urusan kegagapan udah membaik. Bisa dikatakan sudah hampir menghilang dari omongan sehari-hari, munculnya sekali-sekali saja.  Iseng saja saya data beberapa hal yang buat saya seperti hantu, maksudnya sesuatu yang menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hantu pertama, menelepon dan menerima telepon. Hehehe ini always all the time nih menakutkannya. Makanya paling males kalau harus menelepon seseorang. Trus kalau terima telpon juga saya ogah-ogahan. Makanya kalo ada yang harus difollow-up by phone....lamaaaaaa banget baru saya lakukan. Kalo follow-up nya by email...wow, semenit juga jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hantu kedua, ini aneh nih....saya gagap kalau bicara dengan "petugas". Bicara dengan petugas apapun saya gagap, minimal saya takut gagap, karena kenyataannya memang gagap hehehe... Petugas itu bisa penjaga toko, waiter dan waitress di restoran, pedagang kaki lima, semua petugas loket, kondektur bis, polisi, dll. Termasuk orang hrd di kantor. Pernah ya, waktu jadi karyawan baru, saya harus pake absen ceklok yang masukin kartu ke mesin. sedangkan karyawan pada umumnya pakai absen scan sidik jari.  Nah tiap hari saya harus ambil kartu pada petugas, dengan menyebutkan nama. Pada saat itu saya selalu gagap, nyebut nama dan kepada petugas pula, pasti gagap. Daripada tiap hari malu, akhirnya saya punya akal, sehabis menceklok, kartu itu tidak saya kembalikan ke petugas, melainkan saya bawa pulang.  Besoknya tinggal ambil dari tas dan ceklokin ke mesin. Akhir bulan baru saya kembalikan kartunya untuk dihitung kehadiran.  hahaha....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu aja sih hantunya, nanti saya pikir lagi, apa lagi yang hantu bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan selesai.&lt;br /&gt;hormat grak, tegap grak. tu wa ga pat...(itungan balik kanan maksudnya) hehehe&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8942161066239146756-967496423167489714?l=blockingmoments.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/967496423167489714/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/11/hantu.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/967496423167489714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/967496423167489714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/11/hantu.html' title='Hantu'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756.post-8462029451674084096</id><published>2009-10-21T17:42:00.003+07:00</published><updated>2009-10-30T15:21:07.594+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STUTTER'/><title type='text'>Memimpin Rapat</title><content type='html'>Baru selesai meeting.  Syukurlah meetingnya aman dan sentausa. Saya lho yang memimpin rapat... hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat bos saya yang galak tapi baik hati, saya sukses memimpin beberapa kali rapat.&lt;br /&gt;Awalnya ketika mandat itu diberikan kepada saya, nggak sesukses yang sekarang-sekarang.&lt;br /&gt;Apalagi awalnya itu diiringi kekagetan, lho kok saya pake acara harus mimpin rapat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mandat itu diberikan ketika saya naek jabatan, cieeeee.  Cuma ya itu, saya harus memimpin rapat yang dihadiri sekitar 15 orang rekan-rekan kerja, ada bos ada kolega selevel dan ada anak buah. Kala pertama kali itu, ya gitu deh, dengan bunga-bunga kegagapan di beberapa kata. Setelah selesai saya pun dicolek sama si bos. "Yasmin, ke ruang saya!" gitu katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yas, rapat tadi suasananya nggak hidup deh," kalimat si bos ketika mengawali.  Ya iyalah... kataku dalam hati.&lt;br /&gt;"Saya terpaksa manggil kamu sekarang karena saya nggak mungkin menegur kamu di ruang rapat itu, wong kamu gagap-gagap gitu, mana tega saya. Tapi ini bukan masalah itu, gagap nggak papa, tapi kan bukan berarti membuat rapat jadi nggak hidup," ucap si bos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuink....saya langsung nangkep. Oke dia sudah mengerti kalau saya gagap, jadi ada unsur satu lagi yang harus saya buang, yaitu ketakutan saya terhadap kegagapan itu sendiri.  Kalo dipikir-pikir, iya ya, kenapa juga musti takut gagap wong gagap itu nggak papa kok. Jadi, seperti yang suka diajarkan oleh para speech therapist, just talking and just stutter away. Seperti yang Arinie, my supporter of my spirit, gagap kan nggak dosa. ya ya ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya saya sanggupi tantangan bos saya untuk membuat rapat2 yang saya pimpin menjadi hidup.  Begini caranya, saya buka rapat, saya ngomong sedikit, lalu saya lempar ke anak buah untuk melanjutkan, atau dengan mengajukan pertanyaan, sehingga dia jawab. Dengan demikian saya nggak musti banyak ngomong dan seluruh peserta rapat terlibat di dalamnya, jadi hidup lah suasara rapat tersebut. Lagipula sering-sering mimpin rapat lama-lama terbiasa kok.  Tip paling jitu, buang rasa takut ngomong karena takut gagap.... udahlah, gagap itu cingcaylah, nggak jadi perhatian kok, yang penting inti pembicaraannya kan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8942161066239146756-8462029451674084096?l=blockingmoments.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/8462029451674084096/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/10/memimpin-rapat.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/8462029451674084096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/8462029451674084096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/10/memimpin-rapat.html' title='Memimpin Rapat'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756.post-7575214400220692006</id><published>2009-10-19T13:35:00.004+07:00</published><updated>2009-10-30T15:25:32.853+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STUTTER'/><title type='text'>Look at me</title><content type='html'>Sabtu kemarin saya menghadiri reuni SD. Bukan sekadar menghadiri, sejak masa persiapan, saya termasuk yang sibuk jadi panitia.  Mengajak diskusi teman2 untuk tempat dan waktu reuni, membagi tugas pemberitahuan kepada teman-teman, semua itu saya yang atur. Bukan reuni yang besar sih, cuma seangkatan saja, tapi lumayan ramai banyak yang dateng. Selesai acara, teman-teman menyampaikan ucapan terima kasih atas terselenggaranya acara ini, katanya berkat saya.  Wah saya tertegun, dalam hati berucap, look at me now...sekarang bisa jadi orang yang aktif di angkatanku. Terus saya pengen bilang lagi, look at me waktu jaman SD. Waktu itu saya kayak anggota sekolah yang tidak diperhitungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa SD buat saya adalah masa paling tidak menyenangkan seumur hidup. Dimulai dari kondisi rumah yang tidak begitu kondusif. Ayahku meninggalkan rumah dan tidak kembali lagi sejak usia saya 2 tahun, katanya.  Umur 2 tahun mana ingat kan.  Kami merupakan keluarga sederhana atau boleh lah dibilang miskin.  Kemiskinan terbawa/ terlihat sampai di keluar rumah, membuat saya tak begitu dipandang di sekolah. Anyway....selain itu, saya mulai gagap kelas 1 SD, ketika dimulainya pelajaran menulis dan membaca.  Ketika membaca paragraf dengan suara keras untuk didengar sekelas itulah saya gagap, lalu saya malu, lalu saya tidak mau mulai berteman sedangkan teman yang mau mulai berteman dengan saya juga tak ada, jadilah saya nggak punya teman.  Lalu saya dapat giliran membaca lagi, lalu gagap lagi, lalu tertawa menggema di kelas, lalu  saya malu. Begitulah terus menerus penderitaanku.  Kok penderitaan? iya itu penderitaan banget bagi saya, mungkin juga bagi teman pws yang lain.  Mengingat penderitaan jaman dulu itu sekarang saja, di dalam dada ini rasanya masih seperti teriris-iris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ketika saya tak tahan, sejak kelas 3 saya tidak mau ngomong. Kalau giliran membaca saya bungkam, lebih baik tidak ngomong sama sekali daripada ditertawakan, daripada malu yang luar biasa sampai mengeluarkan air mata. Di luar kelas saya juga nggak mau bermain atau berteman, pun tak ada yang ngajak saya berteman. ....berlangsung sampai kelas 6 SD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beranjak ke tingkat SMP, saya mengubah diri saya, sepertinya begitu tekad saya dulu. Lupa sih apakah ada tekad2an atau berlangsung begitu saja. Teman SD ada yang jadi teman SMP juga, tapi banyak juga teman2 baru dari SD lain.  Teman-teman baruku ini waktu itu kurasakan baik-baik hati sekali.  Mereka mau berteman dengan saya, ngajak ngobrol, ngajak main, bahkan ngajak ke rumahnya. Bahagiaku over the top, amat sangat sekali. Tapi namanya juga orang baru mulai "ngomong" tentu radius pergaulan saya nggak terlalu luas. Mungkin secara tidak sadar pergaulan ku pun jadi meluas juga lama-lama. Sehingga sekarang, look at me now, aku bisa jadi orang terpopuler di alumni SD ku itu. Yeeeeeyyyy...!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8942161066239146756-7575214400220692006?l=blockingmoments.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/7575214400220692006/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/10/look-at-me.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/7575214400220692006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/7575214400220692006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/10/look-at-me.html' title='Look at me'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756.post-7576544192338804419</id><published>2009-10-05T10:31:00.002+07:00</published><updated>2009-10-30T15:26:03.989+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STUTTER'/><title type='text'>meeting Dimas</title><content type='html'>Sabtu lalu saya bertemu dengan Dimas dan Wawan. Sesama PWS yang kini jadi teman, teman senasib pula. Kedekatan cepat terjalin dibanding sama teman-teman baru lainnya. Dimas yang baik hati sukarela melatih saya dan Wawan untuk bicara dengan lancar. Bukan lancar sih, tapi bisa mengucapkan smooth, tanpa blocking. Pengalaman baru buat saya yang menarik untuk dicoba dan dilatih terus. Meskipun susah, semoga saya bisa melakukannya.  Terima kasih Dimas. terima kasih juga Wawan.  Sampai ketemu lagi di latihan berikutnya.... :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8942161066239146756-7576544192338804419?l=blockingmoments.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/7576544192338804419/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/10/meeting-dimas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/7576544192338804419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/7576544192338804419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/10/meeting-dimas.html' title='meeting Dimas'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756.post-8566975870615960629</id><published>2009-09-03T13:47:00.005+07:00</published><updated>2009-10-30T15:26:03.992+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STUTTER'/><title type='text'>curhat adik</title><content type='html'>Kemarin seorang adik curhat ke saya. Bukan adik beneran, ini adik kelas. Curhat tentang percintaan, dan saya layani dengan baik. Mula-mula kami berkomunikasi secara terlulis, chatting. Lalu kami berdua merasa kurang seru kalau nggak ketemu, akhirnya kami bertemu di sebuah cafe dalam mall, dan cerita macam-macam termasuk curhatnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ngobrol dengan sang adik kelas, saya banyak gagap meskipun sangat lancar. Nah lo bingung kan, lancar kok gagap? Gini, ketika saya menganggapi curhatnya saya mencurahkan seluruh kemampuan berpikir dan membuka hati seluas-luasnya, sehingga tanggapan saya bisa meringankan beban hati adikku itu.  Itu yang saya anggap lancar, karena saya bisa mengungkapkan pendapat saya yang bisa dipakai atau tidak terserah si adik, tapi saya sampaikan dengan banyak kalimat. Memang gagap, tapi tetap banyak dan sepertinya sih semuanya bermutu. Boleh dibilang, makin gagap, makin apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, adik mendengarkan saya dengan serius, kata demi kata baik yang lancar maupun yang tertahan.  Sesekali dia bertanya maksud saya dan diakhiri dengan kalimat: "oh gitu ya, aku ngerti sekarang, aku tahu apa yang harus aku lakukan, aku udah lega. Makasih Kak."&lt;br /&gt;Itulah puncak kebahagiaan saya, membuat seorang adik merasa lega dari kegundahannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8942161066239146756-8566975870615960629?l=blockingmoments.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/8566975870615960629/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/09/curhat-adik.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/8566975870615960629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/8566975870615960629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/09/curhat-adik.html' title='curhat adik'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756.post-8652110326149230855</id><published>2009-08-12T16:25:00.003+07:00</published><updated>2009-10-30T15:26:03.996+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STUTTER'/><title type='text'>Wawancara Berkualitas</title><content type='html'>Wawancara dalam hal ini adalah kegiatan bertanya oleh wartawan dan menjawab pertanyaan itu oleh nara sumber. Berkualitas, bila dalam wawancara itu diperoleh informasi akurat untuk dijadikan bahan tulisan, tercipta suasana hangat yang membuat kedua pihak saling terbuka dan tercipta komunikasi yang efektif.  Selanjutnya selain bahan tulisan diperoleh, hubungan pun terjalin dengan baik antara wartawan dan narasumber tersebut. Hubungan kedekatan ini bahkan bisa menjadi modal kerja hingga akhir hayat bagi wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, wawancara merupakan proses pekerjaan yang sangat penting.  Tak kalah pentingnya dengan artikel yang sudah dimuat dan bisa dinikmati pembaca.  Meskipun sudah lama jadi wartawan, saya tetap harus mempersiapkan wawancara dengan serius, terutama untuk hasil yang berkualitas. Persiapan tersebut meliputi mempelajari profil narasumber tersebut, mempelajari tema pembicaraan kami nantinya, yang sudah disesuaikan dengan tema artikel yang akan saya tulis. Sampai saat ini, sebelum wawancara, saya tetap selalu membuat daftar pertanyaan, dalam bentuk coret-coretan di buku kecil saya, yang kemudian saya ucapkan dalam hati, seperti latihan. Saya bahkan mempersiapkan pertanyaan atau pernyataan cadangan untuk berbasa-basi atau untuk memancing kesan bahwa saya mengerti siapa dia dan mengerti tema yang akan dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang gagap, pada saat wawancara pun gagap itu ada, namun saya selalu memulai pertemuan dengan membangun suasana sedemikian rupa sehingga lawan bicara saya itu lebih mendengarkan atau menyimak isi pesan saya, daripada memperhatikan cara saya berbicara. Biasanya pertanyaan/ pernyataan basa-basi yang saya persiapkan tadi ampuh juga diucapkan di awal.  Bikin dia terkesan dengan pengetahuan kita tentang dia, sehingga dia pun tak memperhatikan apakah kita gagap atau tidak.  Selanjutnya saya selalu menanam dalam pikiran saya bahwa nara sumber pada saat itu juga mengeluarkan kemampuannya untuk menjawab dengan kalimat yang saya mengerti, jadi berkesan kayak, kita sama-sama susah nih, dengan demikian rasa nervous dan degdegan menipis dan hal ini kalau bagi saya sangat mempengaruhi kelancaran bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, cara ini diiringi dengan strategi ringan yang seperti biasa saya lakukan. Ketika bicara dan terjadi blocking atau tertahan, bikin saja berjeda, berhenti bicara, tarik nafas, ulang lagi kalimatnya, atau ganti dengan kata yang lebih mudah diucapkan. Agar tidak terlalu kentara, buat bunyi-bunyi perantara seperti berdehem atau "hmmm" (kayak mikir), dan lain-lain. Begitulah, mungkin teknik ini bisa diterapkan oleh pws yang lain.  Salaaaam....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8942161066239146756-8652110326149230855?l=blockingmoments.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/8652110326149230855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/08/wawancara-berkualitas.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/8652110326149230855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/8652110326149230855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/08/wawancara-berkualitas.html' title='Wawancara Berkualitas'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756.post-9201150432081015751</id><published>2009-08-07T20:03:00.002+07:00</published><updated>2009-10-30T15:26:04.000+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STUTTER'/><title type='text'>Wina</title><content type='html'>Baru menulis namanya saja, hatiku sudah bergetar. Lalu, membayangkan sosoknya, getar lebih terasa. Apalagi kalau mengingat-ingat sikap manisnya padaku, aku jadi rindu padanya. Di waktu-waktu luang (maaf ya, cuma di waktu luang) hobiku melamunkan Wina.  Sontak saja bahagia kurasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari sehabis membaca blog ini, Wina bilang...(eh tepatnya nulis sih, wong waktu itu kami lagi chatting)&lt;br /&gt;"Yas, kamu perhatiin nggak, Wina kan juga stutter kadang-kadang?"&lt;br /&gt;"Iya, Win, aku perhatiin.  Tapi banyakan aku," jawabku.&lt;br /&gt;"Enggak, banyakan Wina," sanggahnya.&lt;br /&gt;"Masak sih," aku ngeyel.&lt;br /&gt;"Iya, apalagi Wina ngomongnya cepet, kalo kamu kan tertata, dipikir dulu, jadi keluarnya berkualitas," kata Wina pakai pujian.&lt;br /&gt;"Ah, masak sih?" ngeyel aja terus.&lt;br /&gt;"Udah deh, percaya sama Wina, kamu itu hebat. Memang kamu ngomongnya sedikit, tapi setiap kalimat yang kamu ucapkan itu keluarnya bagus, nggak ada kata atau kalimat sampahnya," kata Wina lagi.  Hahaha, istilahnya Wina itu lho, "kalimat sampah".&lt;br /&gt;"Jadi sebenernya nggak apa-apa ya, Win? Kok aku suka nggak pede sama kemampuan bicara ku ya?"&lt;br /&gt;"Nah itulah. Jangan ya? Ingatlah, Wina juga stutter dan kalau ngomong suka nggak pake mikirin kecepatan, juga nggak mikir akan keluar gimana kalimatnya. Kalau kamu kan kebalikannya," ujar Wina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, Wina, mantan pacar saya yang nggak pernah mengubah cara memandang, bila sedang jadi pendengar.  Selalu tanpa kedipan, meskipun saat itu aku merasakan, aku gagap. Dia tak pernah memalingkan pandangannya dari mataku. Pun tak ada senyum mengejek. Ditambah elusan halus di bagian tubuhku yang terdekat dari jangkauannya. Kadang-kadang lenganku, atau punggungku, sering juga agak ke atas, ke pipiku. Menentramkan hati. Sedangkan aku tak pernah memberikan perhatian setinggi itu padanya, padahal dia punya masalah yang sama denganku. Dan padahal juga, aku menyadari kalau dia kadang-kadang gagap. Meskipun aku agak nggak percaya kalau banyakan dia gagapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Win, maafin aku...&lt;br /&gt;Win, terima kasih atas semua yang kamu berikan ke aku ya, aku nggak akan lupa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8942161066239146756-9201150432081015751?l=blockingmoments.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/9201150432081015751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/08/wina.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/9201150432081015751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/9201150432081015751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/08/wina.html' title='Wina'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756.post-2948110762051278426</id><published>2009-08-04T18:00:00.004+07:00</published><updated>2009-10-30T15:26:04.006+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STUTTER'/><title type='text'>Teknik Menelepon</title><content type='html'>Bagi people with stutter atau orang gagap, bicara di telepon itu tidak menyenangkan. Pasti gagap dan karena tidak saling melihat, komunikasi jadi tidak lancar. Tak jarang, bikin emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini saya tuliskan poin-poin tip menelepon bagi pws. Jangan terlalu serius bacanya ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menerima telepon:&lt;br /&gt;1. Jika telepon berdering, tengok kiri kanan dulu, siapa tau ada orang lain di dekat Anda, kalau ada, biar orang lain aja yang ngangkat.&lt;br /&gt;2. Bila tak ada orang lain, angkatlah gagang telpon. Jangan lupa ucapkan Bismilah, tarik napas panjang, minum air putih. Yakinkan diri Anda untuk mengangkat telpon itu, karena nggak diangkat juga nggak papa, nanti juga orangnya nelpon lagi. hehehe.&lt;br /&gt;3. Ucapkan "halo" atau "Asalamualaikum" atau sebut nama, kalau di kantor. Mana aja yang gampang buat Anda. Kalau tiga-tiganya susah, berdehem lah, ini menandakan pada penelepon bahwa telponnya diterima seseorang. Kalau bisa sih abis dehem kontrol diri Anda untuk bisa bersuara, biasanya bisa kok. Kalau nggak bisa juga ya tunggu keajaiban, kan dia yang perlu, harusnya dia langsung ngomong maksud dan tujuannya. Kalau dia nggak ngomong tapi malah berhalo-halo terus, tutup telponnya. Nggak deng, ya usahakan ngomong lah, paling tidak bersuara, bisa juga bilang "ya" mungkin lebih mudah daripada "halo". Telpon buat orang lain, tinggal bilang "bentar" lalu kasi ke orang itu. Kalau orangnya nggak ada, bilang "nggak ada", trus tutup telponnya, nggak usah nanya ada pesan apa. hihi...sadis!&lt;br /&gt;4. Telponnya buat Anda. Ya sudah pasrah aja kalau terjadi gagap, kalau orangnya baik pasti kan mau dengerin dengan sabar, kalau orangnya agak kurang, Anda ngaku aja kalau gagap biar dia mengerti. Kalau ternyata teman Anda sendiri, yah cing cay lah, temen ini....&lt;br /&gt;Catatan: berlaku juga buat di handphone. Kalau yang tertera nama teman ya santai, kalau nama klien, lakukan seperti langkah nomer 2 dan 3.  Kalau nomor tak dikenal, nggak usah diangkat :p.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menelepon (ini untuk kondisi memang HARUS nelpon. Kalau bisa sms, email, ym mendingan by text saja).&lt;br /&gt;1. Coba bicara biasa saja, dengan sopan dan ramah serta jelas. Kalau gagap ya nggak papa, gagap nggak dosa kok (ngelirik Arinie). Setelah beberapa kalimat, biasanya orang yang kita telpon akan terbiasa mendengarnya dan dengan sabar akan ndengerin kita.&lt;br /&gt;2. Seringkali penerima telpon nggak sabaran atau mungkin sedang tidak punya banyak waktu. Nggak jarang juga telpon ditutup saking dia nggak sabarnya. Tenang, jangan emosi, tarik napas dan telpon aja lagi.&lt;br /&gt;3. Setelah berhasil menelepon jangan lupa ucapkan Alhamdulilah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8942161066239146756-2948110762051278426?l=blockingmoments.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/2948110762051278426/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/08/teknik-menelepon.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/2948110762051278426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/2948110762051278426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/08/teknik-menelepon.html' title='Teknik Menelepon'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756.post-5361649651095469821</id><published>2009-08-03T13:31:00.001+07:00</published><updated>2009-10-30T15:26:04.009+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STUTTER'/><title type='text'>Pacar-pacarku</title><content type='html'>Kali ini saya memberanikan diri menceritakan pacar-pacarku.  Bukan, bukannya saya punya banyak pacar, ini kisah perempuan-perempuan yang pernah jadi pacar saya selama ini, kaitannya tetap dengan tema stutter. Lho kok perempuan? hmm... I am lesbian, that's why.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sesama PWS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Waktu kelas 1 SMP saya punya pujaan hati, teman sekelas.  Waktu itu saya belum comming out, sehingga saya memujanya hanya dalam hati.  Yang bersangkutan, boro-boro naksir saya, tahu pun tidak kalau saya naksir dia.  Aku dan dia sama-sama pws, dia juga gagap. Bedanya dia lebih parah, itungannya lebih sering terdengar gagap daripada saya. Lalu, dia cerewet, bicaranya banyak dan gagap-gagap, kalau saya cenderung pendiam, bicara sedikit, gagap-gagap juga sih. Kalau kami ngobrol berdua, sebenarnya biasa saja, meskipun ada tersendat dan terbata-bata di sana-sini tapi komunikasi kami lancar, dalam arti dia ngomong saya ngerti, dia pun memahami apa yang saya bicarakan, pesannya sampai. Sepertinya nggak ada yang pernah mendengar kami ngobrol berdua, buktinya tak ada yang pernah komentar.  Kalau ada orang lain, kubiarkan dia bercakap-cakap dengan orang itu, saya memilih diam, mendengarkan, ikut ketawa, nyeletuk dikit, tentu saja celetukan yang aman.  Kami cukup dekat waktu itu, selain bertemu di kelas, saya sering main ke rumahnya, begitu pula sebaliknya.  Namanya juga naksir, saya selalu ingin dekat dengannya, cemburu kalau dia mementingkan teman lain, cemburu banget kalau dia naksir cowok, dan lain-lain hal seperti itu.  Naik kelas 2, kami pisah kelas. Ini kan cuma cinta monyet, lama-lama rasa suka saya ke dia pun meredup, hubungan kami jadi biasa-biasa saja, tidak sedekat dulu.  Sampai akhirnya lama-lama terlupakan. Di tingkat SMA, kami tidak satu sekolah, tingkat kuliah pun kami di kampus yang berbeda.  Profesi kami berbeda jauh, jadi masa kerja pun tak pernah bersama.  Baru-baru ini ada reuni SMP, saya datang, dia pun datang. Dia sudah menikah dan hidup berkeluarga dengan bahagia bersama suami dan 3 anaknya. Saya juga biasa aja, nggak ser-seran lagi. Dia masih tetap cerewet, tapi hebatnya, nggak ada gagap sama sekali. Lancar selancar-lancarnya dia bicara. "Kamu masih gagap, Yas? Makanya banyak ngomong lah seperti aku, lama-lama hilang deh gagapmu itu," katanya. Kami sempat membahas sebentar, intinya saya bilang kalau kita ini berbeda karakter, tak bisa disamakan. Makanya beda karakter gagap juga. Hehehe ada ya karakter gagap?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Stuttering and kissing&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kisah lain lagi tentang pacar yang lain lagi.  Kalau yang ini saya sudah dewasa dan sudah comming out dan kami benar-benar pacaran. Kenalan di dunia maya, lalu berlanjut ke dunia nyata dong ah. Seperti umumnya pdkt, diawali dengan ngobrol sedikit-sedikit, lama-lama saling menceritakan diri kita ke dia. Saya pun ngaku ke dia kalau saya gagap. Tanggapannya santai, "Iya, aku tahu kamu gagap, kan kedengeran, emang kenapa?" begitu katanya.  Syukurlah, saya pun merasa lega. Sehubungan dengan gagap saya, dia baik banget.  Sikapnya membuat saya nyaman untuk bicara apa adanya. Dia juga mintanya gitu, agar saya mau bicara apa adanya ke dia, dan ia pun memperlihatkan bahasa tubuh yang bikin saya nyaman bercerita.  Semakin lama semakin dekat, semakin intim. Satu hal yang tak terlupakan dari dia, katanya, kalau gagap saya seksi. Hahaha lucu ya? baru denger nih. Malah, kalau kondisi memungkinkan, ketika saya bicara gagap, tanpa ragu dia menciumku.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ciuman yang tulus yang mengekspresikan cinta, tak jarang berlanjut ke suasana menggairahkan. Amboiiii. Kalau gitu, pura-pura gagap aja? Haha, I wish aku bisa pura-pura gagap, biar dicium.  Mana bisa sih, gagap itu apa adanya, yang ada malah pura-pura nggak gagap lah. Yang jelas, yang ada waktu itu saya bisa bicara apa adanya, kalau gagap ya bonus, I got kissed. Haha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saluran tersendat&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ini kisah berbeda lagi dan dengan pacar yang lain lagi. Saya berkenalan dengan dia, cyber lagi. hahaha, modalnya cyber. Dia tinggal di seberang pulau, kami pun pacaran jarak jauh. Hubungan kami lakukan by email, chatting dan telpon-telponan.  Karena jauh dan mahal, maka kami memanfaatkan promosi dari salah satu provider yang memberi fasilitas telpon gratis dari jam 12 malam sampai jam 5 pagi. Telpon 5 jam kami lakukan setiap hari.  Begadang-begadang deh, demi sebuah kedekatan dan berbuntut kebahagiaan di sanubari. Hubungan hati kami nyambung, lalu sepakat lebih serius, kami sempatkan bertemu. Pertama kali ketemu waktu itu, dia ke kotaku. Asik, pertemuan berlangsung dengan baik, maksudnya tetap nyambung, dan kami pacaran beneran, meskipun setelah masanya, dia kembali ke kotanya. Pas ketemu, obrolan pun berlangsung lebih sempurna, karena saling bertatap muka. And the blocking moments come. Katanya "oooh kamu tuh gagap? aku denger sih pas di telpon, tapi aku kira karena saluran telpon yang tersendat," ujarnya. Hahaha meskipun telpon gratisan, jangan salahkan provider, itu karena saya ngomongnya hanya berkualitas KW3.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8942161066239146756-5361649651095469821?l=blockingmoments.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/5361649651095469821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/08/pacar-pacarku.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/5361649651095469821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/5361649651095469821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/08/pacar-pacarku.html' title='Pacar-pacarku'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756.post-4505653715498199804</id><published>2009-08-02T20:28:00.000+07:00</published><updated>2009-10-30T15:26:04.032+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STUTTER'/><title type='text'>kemampuan bicara sedang dalam kondisi buruk</title><content type='html'>Rekor, menulis terus menerus dalam beberapa hari.&lt;br /&gt;Rekor, mengubah tampilan blog, yang tadinya stuck dengan background batik truntum itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang berubah dalam diri saya, jadi rajin meng-update blog. Penyebabnya, ya saya sendiri, tiba-tiba sempat berselancar ke blog milik teman-teman yang kemudian mendapat kunjungan balasan. Bukan soal sempat atau tidak sempat sih, selama ini malu kalau blog saya ini dibaca orang lain. Lho, bikin blog kok nggak mau dibaca orang lain? Aneh memang. Tadinya cuma buat pelampiasan saja. Tapi ya itu, dipikir-pikir, rugi juga kalau nulis tak ada yang membaca. Begitu, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Weekend ini saya bertemu dengan beberapa teman dalam acara yang berbeda-beda. Jumat sore pulang kantor ketemu teman sambil makan mie ayam di sebuah warung. Lebih malam lagi pindah ketemu teman lain lagi di tempat kosnya, sampai hari berganti baru pulang.  Sabtu siang saya menjenguk teman yang sedang sakit typhus. Minggunya menghadiri reuni sekolah tapi terlambat, sehingga sebagian besar teman sudah pulang. Hehehe padahal sengaja, malas ketemu banyak orang, malas diajak ngomong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah banyak sekali pertemuan yang saya hadiri, padahal kemampuan berbicara sedang dalam kondisi buruk. Begitulah, saya sering punya waktu-waktu tertentu (yang tidak bisa diprediksikan), dimana kemampuan bicara saya dalam kondisi buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di warung mie ayam Jumat tempo hari, beberapa kali saya tersendat, teman saya bilang, "kok lu gagap lagi?" Dalam hati saya berkata, emang kapan pernah sembuhnya? hehe.  FYI, kalau saya ketangkep basah gagap dan dibahas, saya pasti tidak berani menatap mata lawan bicara dan mengalihkan perhatian, soalnya malu, maluuuu banget.  Pas di tempat kos teman saya juga begitu, apalagi malem banget, sehingga saya juga sudah agak ngantuk.  Beberapa kali tersendat dan berjeda cukup lama. Teman saya berkali-kali nanya "Apa Mbak?" Haha, dia nggak ngerti saya ngomong apa. Pun waktu membesuk teman sakit. Banyak kalimat yang tidak selesai, untungnya perhatian tidak fokus ke saya saja, beberapa orang hadir di situ. Omongan saya ketelan oleh pembicaraan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekor, gagap banget ya saya weekend ini.  Besok mulai kerja, mudah-mudahan kondisi buruk ini sudah berlalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8942161066239146756-4505653715498199804?l=blockingmoments.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/4505653715498199804/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/08/kemampuan-bicara-sedang-dalam-kondisi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/4505653715498199804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/4505653715498199804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/08/kemampuan-bicara-sedang-dalam-kondisi.html' title='kemampuan bicara sedang dalam kondisi buruk'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756.post-2135715961731736332</id><published>2009-08-01T19:28:00.000+07:00</published><updated>2009-10-30T15:26:04.035+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STUTTER'/><title type='text'>PWS</title><content type='html'>Di blog ini saya sering memakai istilah pws atau people with stutter,  cara halus menyebut orang yang gagap daripada pakai istilah penyandang, pengidap apalagi penderita. Saya mempelajari ini selama sering menulis dan membaca sambil tentu saja berempati kepada orang lain.  Di bidang support group tema apapun, singkatan  pw atau people with ... merupakan istilah yang sudah umum dipakai.   Di bidang yang dalam beberapa tahun belakangan ini menjadi sorotan, HIV dan AIDS misalnya, dipakai istilah PWA atau PWHA (people with AIDS atau people with HIV/AIDS). Sorotan yang meluas sampai ke Indonesia, membuat negara kita punya istilah khusus, dengan menerjemahkannya menjadi ODHA (orang dengan HIV/AIDS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema gagap  memang tidak terlalu dianggap penting. Kalau di Amerika dan negara-negara lain ada support group, asosiasi, LSM bertema gagap, bahkan ada pertemuan internasionalnya, di Indonesia tema ini tidak terlalu menonjol.  Saya sendiri juga nggak terlalu menganggap perlu sekali ada badan seperti ini, karena saya toh bisa mengatasinya, sanggup survive. Namun kalau lihat-lihat support group yang ada di luar negeri, jadi ngiri juga, rasanya menyenangkan sekali kalau para pws di Indonesia punya support group yang bisa saling membantu, ada tempat buat menumpahkan uneg-uneg, dan sebagainya. Syukur kalau suatu saat nanti ada istilah bahasa Indonesianya untuk pws.  Tapi saya kok nggak sreg ya pakai istilah "orang dengan....." Sementara pws dulu aja ya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8942161066239146756-2135715961731736332?l=blockingmoments.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/2135715961731736332/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/08/pws.html#comment-form' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/2135715961731736332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/2135715961731736332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/08/pws.html' title='PWS'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756.post-5067003674861848154</id><published>2009-07-31T10:17:00.000+07:00</published><updated>2009-10-30T15:26:04.039+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STUTTER'/><title type='text'>Sejarahnya</title><content type='html'>Mohon maaf kalau di blog ini artikelnya loncat-loncat. Setelah beberapa tulisan kok ya cerita sejarah baru sekarang? Maklum menulisnya berdasarkan mood lagi mau nulis apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why am I stutter? Nah itu pertanyaannya. Pertanyaan yang susah menjawabnya karena saya pun nggak tau. Lagipula, setiap orang berbeda-beda.  Tapi gini, bolehlah dibilang memang sudah dari sononya, bukan gara-gara ini atau itu.  Seperti juga pertanyaan "mengapa saya jadi lesbian?" jawaban yang suka ada di majalah-majalah kan, karena dikecewakan oleh laki-laki. Halah! Memang sih bisa saja penyebabnya itu, tapi the most, karena emang sudah dari sononya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di banyak tulisan yang saya baca di internet, stutter bisa terjadi karena keturunan. Saya sepertinya enggak tuh. Orangtua saya dan saudara kandung tidak ada yang gagap. Mungkin aja ada pada nenek moyang para pendahulu saya yang terhormat, ya nggak tau juga, saya kan nggak pernah ketemu mereka.&lt;br /&gt;Ada lagi artikel yang saya baca, seseorang menjadi gagap berhubungan dengan kebiasaan menggunakan tangan kanan atau tangan kiri untuk beraktivitas. Hmmm menarik nih. Dalam artikel itu katanya, seseorang yang kidal tapi dipaksa menggunakan tangan kanan itu akan mempengaruhi kerja otaknya, sehingga perintah ke syaraf pembicaraan tidak berjalan dengan baik, hasilnya gagap, atau yang lainnya. Nah, mungkin ini nih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat dulu ketika belajar nulis di TK atau kelas 1 SD, saya refleks memegang pensil dengan tangan kiri. Ketika dilihat bu guru, dia menyuruh saya memindahkan pensil itu ke tangan kanan saya.  Hasilnya, huruf dan angka terbalik-balik, megangnya pun nggak enak. Ingin segera mengembalikan pensil ke tangan kiri, tapi takut. Lama-lama saya terbiasa menulis dengan tangan kanan, bu guru pun senang karena berhasil membuat murid yang hampir kidal, menulis dengan tangan kanan. Bersamaan dengan saya bisa nulis dengan tangan kanan, pelajaran-pelajaran lain pun dimulai, seperti membaca. Dan saya gagap. Masalahnya guru, orangtua dan saya sendiri tidak menghubungkan kidal dan tidak kidal dengan gagap. Kalau saat itu mereka tanggap, mungkin saja saya terhindar dari gagap. Tapi ya sudahlah, sudah berlalu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah saya nggak jadi kidal? nggak juga, di luar menulis, untuk aktivitas lainnya, saya lebih nyaman menggunakan tangan kiri. Mustinya belajar nulis pakai tangan kiri lagi ya, sapa tau gagap saya hilang 100%. Hehehe wis kasep, nyadarnya pas udah jarang nulis tangan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8942161066239146756-5067003674861848154?l=blockingmoments.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/5067003674861848154/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/07/sejarahnya.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/5067003674861848154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/5067003674861848154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/07/sejarahnya.html' title='Sejarahnya'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756.post-1099681776621066550</id><published>2009-07-30T17:37:00.000+07:00</published><updated>2009-10-30T15:26:04.042+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STUTTER'/><title type='text'>I am stutterer and I am happy</title><content type='html'>Tau lagunya Opi Andaresta "I'm single and very happy"? Nyontek ah, I'm stutterer and very happy! hehehe.  Ini adalah ucapan rasa syukur. Kan bagaimanapun keadaan kita, kita tetap harus bersyukur. Meskipun gagap, masih untung indera yang lain berfungsi dengan baik. Masih bisa berpikir dengan waras pula. Lalu yang harus kita lakukan adalah berbuat baik buat orang lain, berkarya sebaik-baiknya dan seterusnya.  Itu yang sedang saya upayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa syukur lainnya, punya banyak teman yang baik-baik. Kalau dipikir ya, teman-teman saya tuh baik-baik deh. Waktu kecil rasanya nggak ada yang ngeledek kalo saya gagap. Yang ada pada bertampang kasihan kalau saya lagi kesulitan bicara di kelas. Tapi kesulitan yang nggak terlalu berartilah, toh sudah berlalu. Ketika dewasa justru suka ada tuh ledekan, tapi saya tau kapasitasnya bercanda, nggak saya masukin ke hati. Misalnya "Hahaha Yasmin ngomongnya ngerap". Oke deh diplesetin jadi ngerap, keren juga plesetannya. Atau yang agak nggak sabar ngomongnya "Apa Yas, kamu mau ngomong apa? Pelan-pelan ngomongnya." Atau banyak juga yang dengan sabar mendengarkan, nggak berusaha membantu karena mereka kan juga nggak tau apa yang mau saya katakan. Saya menghargai sekali teman-teman yang baik ini.  Kesulitan paling-paling when the blocking moment comes, pesan dari saya nggak jadi sampai karena ketelan sama omongan lain dari teman-teman lain yang lebih lancar bicara (baca: cerewet). Ah nggak apa-apa juga kan? Makanya di antara keramaian saya lebih banyak mendengarkan, kalau ditanya baru ngomong, atau kalau lagi sepi nggak ada yang ngomong di situ kesempatan saya ngomong, kayak gitu-gitu deh. Nggak apa-apa saya jadi pendiam, tapi di segala kegiatan kumpul-kumpul saya masih diajak kok. Apalagi zaman sekarang komunikasi lebih banyak dengan tulisan, seperti email, sms, chatting, bbm, dll. Jadi, selamat lah saya. Bersyukur kepada Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8942161066239146756-1099681776621066550?l=blockingmoments.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/1099681776621066550/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/07/i-am-stutterer-and-i-am-happy.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/1099681776621066550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/1099681776621066550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/07/i-am-stutterer-and-i-am-happy.html' title='I am stutterer and I am happy'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756.post-2674041949259318091</id><published>2009-07-29T13:04:00.001+07:00</published><updated>2009-10-30T15:26:04.047+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STUTTER'/><title type='text'>Stuttertalk</title><content type='html'>Thanks to Juno atas komennya di tulisan sebelum ini. Membuat saya pengen nulis lagi :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi malam saya tidur larut gara-gara berselancar di stuttertalk.com. Site berisi obrolan para PWS (people with stutter), temanya segala sesuatu tentang gagap.  Bukan video tapi rekaman suara saja, sehingga tentu saja saya bisa sambil baca-baca yang lain.&lt;br /&gt;Stuttertalk digawangi oleh Peter Reitzes dan Eric Jackson. Keduanya ngobrol dengan seorang atau beberapa orang bintang tamu. Yang tadi malam saya dengerin itu dengan bintang tamu Caryn Harring. Cukup panjang obrolan mereka, yang mengena di hati saya adalah kesimpulan dari Caryn, setelah dia membuka diri sebagai pws, dia jadi banyak ngomong dan banyak gagap.  Sebelumnya dia seorang covert stuterrer yang jarang ngomong, sehingga orang lain nggak tau kalau dia gagap. Lalu mereka menyimpulkan secara tidak resmi, kalau seorang gagap bicara dengan gagap justru saat itulah hatinya sedang nyaman, bisa ngomong sesuka hatinya, tapi kalau dia tidak gagap artinya dia sedang jaim, menahan diri, menjaga omongan, malah mengganti kata yang terhambat dengan kata yang mudah, dengan demikian mengganti maksud kalimat yang mau diomongin menjadi kalimat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm....saya mengelus dada, rasanya gimanaaaaaa gitu. Ngomong dengan baik tapi seperti tidak menjadi diri sendiri atau bisa ngomong sesuka hati tapi gagap. Pilihan yang sulit. Kalau saya, sementara tetap memilih covert stutterer. Syukur lah sejauh ini nggak pernah mengalami perasaan sangat tidak nyaman, so far, aman2 saja. Walaupun dalam hati kecil, pengen juga bisa ngomong sesuka hati, tanpa jaim, biar gagap juga nggak apa-apa. Pengennya nggak papa, pengennya tidak membuat orang yang diajak ngomong mengerutkan kening, pengennya nggak membuat saya ditertawakan, pengennya orang sabar mendengarkan saya ngomong. Tapi kenyataannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok jadi mellow, hehehe. Udah lupakan. Gini, penting juga untuk dicatat, senang sekali ada site seperti stuttertalk.com. Membuat kita jadi bisa ketemu teman-teman senasib sehingga kita bisa ngomong sesuka hati, pastinya sesama gagap saling menghargai kan.  Nah yang seru juga, di stuttertalk itu ada link namanya passing twice, ini untuk pws yang gay, lesbian, transdresser, transexual. Waaaa spesifik banget ya. Ngayal nih, seandainya ada komunitas seperti ini di Indonesia....senangnya....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8942161066239146756-2674041949259318091?l=blockingmoments.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/2674041949259318091/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/07/stuttertalk.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/2674041949259318091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/2674041949259318091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/07/stuttertalk.html' title='Stuttertalk'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756.post-1189868260901030144</id><published>2009-05-27T07:30:00.000+07:00</published><updated>2009-10-30T15:26:04.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STUTTER'/><title type='text'>sedih dan Senang</title><content type='html'>Kemarin dapat komen dari Pak Tanjung di tulisan saya sebelum ini.  Posting-an yang ditulis Juli 2008. Lama sekali rupanya tidak update di blog ini.  Maklum saya sibuk ini dan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini saya nonton film Rocket Science.  Cuma di Youtube sih, tapi tumben bisa komplit.  Film itu bercerita tentang anak gagap.  Istimewanya karena digambarkan dengan tidak vulgar seperti biasa.  Nggak ada pelecehan yang kentara seperti diketawain, ditiru2in dll.  Tapi lebih kepada kesulitannya sehari-hari yang umumnya kita alami.  Seperti tidak bisa bebas menjawab pertanyaan bu guru di kelas, padahal dia tau jawabannya (saya pernah), mengubah pesanan makanan di kantin karena sulit mengucapkan makanan yang kita inginkan (saya pernah banget tuh) hahaha.  Benar-benar sehari-hari yang orang lain suka nggak tau kesulitan seperti ini.  Nggak ada ending yang happy, karena sampai akhir film tokoh ini tetap gagap.  Tapi ini justru apa adanya banget kan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang didapat untuk orang yang tidak gagap terhadap para gagapers adalah, pada beberapa orang gagap terjadi begitu saja, tidak semua gagap bisa disembuhkan hanya dengan kata-kata "jangan gagap dong" seperti orang ngomong "jangan nangis dong".  Pada beberapa orang sering-sering latihan ngomong akan menyembuhkan gagap, belom tentu.  Kadang-kadang kita memang harus pasrah, let it be. Paling-paling cuma be survive aja, karena emang kita gagap bukan berarti harus disembuhkan. It is ok to be a stutterer, semacam itulah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8942161066239146756-1189868260901030144?l=blockingmoments.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/1189868260901030144/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/05/sedih-dan-senang.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/1189868260901030144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/1189868260901030144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/05/sedih-dan-senang.html' title='sedih dan Senang'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756.post-3923225347838407254</id><published>2008-07-12T16:40:00.000+07:00</published><updated>2009-10-30T15:26:04.052+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STUTTER'/><title type='text'>Teknik Menyembunyikan Gagap</title><content type='html'>Seperti banyak diinformasikan di website tentang gagap, jenis gagap bermacam-macam. Bersyukur cara bicara saya termasuk gagap yang tidak terlalu parah.  Ketika gagap itu menyerang, saya sulit mengungkapkan kata dari awal atau tengah-tengah kata (bukan pengulangan awal suku kata).  Jadi tertahan di sebuah kata, yang waktunya tidak begitu lama, sekitar 5 detik kemudian keluarlah kata yang saya maksud dalam betuk ledakan kecil gitu, lalu lancar lagi. Pernah juga sih lebih dari 5 detik, pernah juga tidak akan keluar sama sekali sampai saya harus bantu dengan gerakan bagian tubuh yang lain seperti kepala terangguk-angguk dan mata terpejam dengan sendirinya.  Itulah blocking moment yang jadi momok buat saya.  Meskipun cuma sebentar tapi kalau itu terdenger cukup membuat orang mengernyitkan kening, ingin segera tau saya mau ngomong apa, atau membuat orang tahu kalau saya gagap, atau cukup bisa membuat orang mentertawakan saya, menirukannya, dan lain-lain yang akhirnya bikin saya malu.  Sekarang kondisi seperti di atas hampir tidak pernah terjadi dalam diri saya.  Tekniknya seperti saya tuturkan di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya (memang kemungkinan berbeda dengan Anda), yang paling sering memang cuma tertahan 5 detik kemudian lancar lagi.  Kalau itu yang terjadi, saya sih nggak terlalu pusing. Tapi apakah benar 5 detik? atau lebih? atau sama sekali tidak berhasil ngomong saya nggak pernah tau.  Karena itu ketika kemungkinan gagap akan terjadi saya punya teknik tersendiri agar gagap tidak terdengar. Begitu tertahan, saya langsung jaga sikap, jangan sampai terdengar bunyi tertahan, jangan sampai ada gerakan kepala, dan jangan sampai nanti kata yang keluar berbentuk ledakan. Kalau nggak keluar juga kata itu saya nggak mau maksain, saya berhenti ngomong dan saya tarik napas atau pura-pura batuk kecil atau mengeluarkan suara emmm (kayak orang mikir) , baru ngomong lagi.  Prosesnya harus cepat dan bisa dilaksanakan kalau sudah terlatih seperti saya. Hehehe namanya juga bertahun-tahun gagap, lama-lama canggih deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain harus sudah terlatih, teknik ini juga hanya berhasil kalau kita lagi fit.  Kalau hati sedang gundah gulana, pikiran nggak konsen, atau fisik kita ngantuk atau capek, bisa tidak terkontrol, dalam keadaan begitu kan kita suka nggak bisa jaga sikap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi tekniknya, untuk mengatasi keanehan berhenti di tengah kata, kalau ada kata yang panjang atau sulit, walaupun belum tertahan berhentilah di awal kata, baru lakukan teknik ambil napas, berdehem atau pura-pura mikir.  Niscaya kata itu akan bisa kita ucapkan dengan baik. Nah kata apa yang sulit, tentunya para PWS (people with stutter) udah tau karena kebiasaannya. Kalau saya, misalnya kata "asosiasi" biasanya akan tertahan di huruf s yang pertama. Karena itu saya berhenti dulu pas mau ngomong asosiasi, kalau bablas aneh juga kok kita ngomong as....trus behenti.  Kalau udah terlanjur ya apa boleh buat pasti hasilnya as....(blocking)....sosiasi. Ketauan deh kalau gagap.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8942161066239146756-3923225347838407254?l=blockingmoments.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/3923225347838407254/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2008/07/teknik-menyembunyikan-gagap.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/3923225347838407254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/3923225347838407254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2008/07/teknik-menyembunyikan-gagap.html' title='Teknik Menyembunyikan Gagap'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756.post-2983980979113427066</id><published>2008-07-04T14:04:00.000+07:00</published><updated>2009-10-30T15:26:04.055+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STUTTER'/><title type='text'>Jadi Wartawan</title><content type='html'>Tahukah kamu kalau saya adalah seorang wartawan? Betul lho saya wartawan. Wartawan kok gagap? Ya itulah saya. Gagap dan berprofesi sebagai wartawan. Bagaimana bisa survive? It's about blessing, berkat karunia Yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak SMA saya kepincut sama profesi wartawan itu. Kebetulan saya senang baca, terutama baca koran. Saya juga suka menulis, khususnya yang non fiksi. Sudah sifat dari sononya juga saya suka mengamati dan senang sekali dengan kegiatan pengabadian, pendokumentasian, literatur dan hal-hal lain seputar itu.  Perjalanan hidup saya pun mengarah ke profesi wartawan, sampai akhirnya berhasil jadi wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun kegiatan jadi wartawan itu harga mati, tapi tetap ada pilihan, wartawan koran, majalah, teve, radio, dll.  Saya masih bisa milih. Karena saya gagap, maka sasaran saya wartawan untuk majalah dan review yang saya buat lebih ke arah human interest dan lifestyle. Jadi wartawan koran atau tabloid gosip yang harus mengerubungi nara sumber dan melontarkan pertanyaan secara langsung? No way hosey...nggak mungkin lah yaw. Apalagi jadi wartawan elektronik, teve dan radio gitu. Arrggghhhh....pegang mike tuh rasanya seperti megang granat kali ya... Enaknya jadi wartawan majalah yang topiknya human interest dan lifestyle bagi gagapers adalah, wawancaranya kebanyakan one on one.  Kalau gagapersnya saya, situasi ini nggak terlalu membahayakan.  Selain itu saya bisa nulis lebih banyak dan lebih panjang daripada sebagai wartawan koran.  Menulis, itu kan yang saya suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari waktu kuliah di jurusan jurnalistik saya sudah harap-harap cemas.  Nanti gimana ya pas mewawancarai nara sumber? Pasti nervous, ketakutan kalau gagap.  Dan kalau benar-benar gagap kan malu-maluin. Ternyata benar, di awal-awal saya jadi wartawan, tiap menjelang wawancara tuh degdegannya bukan main.  Eh, bahkan sampai sekarang sih masih suka degdegan.  Tapi blessing....justru gara-gara jadi wartawan, gagap saya berkurang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini tekniknya.  Menjelang wawancara saya sudah persiapkan petanyaan dan saya latihan dulu.  Hal-hal itu masih selalu saya lakukan sampai sekarang. Teknik kecil seperti teknik blocking, mengganti kata yang tiba-tiba nggak kluar dengan kata lain, tarik napas ketika hambatan itu terjadi...dan lain-lain tetap saya lakukan.  Alhamdulilah sampai sekarang sudah banyak kali wawancara saya lakukan.  Memang tidak semuanya lancar seperti air sungai, tapi so far saya bisa survive dan masih jadi wartawan sampai sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tau sebuah rahasia? Saya paling sering menunda pekerjaan ketika harus melobi/ minta waktu wawancara dengan nara sumber. Persiapan untuk itu harus lebih lama daripada wawancara itu sendiri. Menelpon orang trus bilang "Saya mau minta waktu wawancara" adalah saat yang paling-paling nggak enak, pastinya sih saya gagap di situ...aduh malu-maluin bendera majalah saya nih....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8942161066239146756-2983980979113427066?l=blockingmoments.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/2983980979113427066/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2008/07/jadi-wartawan.html#comment-form' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/2983980979113427066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/2983980979113427066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2008/07/jadi-wartawan.html' title='Jadi Wartawan'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756.post-7774400336475898261</id><published>2008-06-04T10:28:00.000+07:00</published><updated>2009-10-30T15:26:04.058+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STUTTER'/><title type='text'>Bicara di Seminar</title><content type='html'>Judul ini bukan berarti pengalaman saya bicara di panggung seminar sebagai pembicara, lho, itu kemungkinan yang tidak akan saya lakukan seumur hidup saya.  Bicara di seminar dalam hal ini maksudnya sebagai peserta seminar, duduknya tetap di kursi peserta, bukan di panggung.  Tapi buat saya itu sudah hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ceritanya, beberapa waktu lalu, perusahaan tempat saya bekerja mengirim beberapa karyawannya untuk mengikuti sebuah seminar.  Saya termasuk yang didaftarkan.  Seminarnya cukup menarik, tentang menjaring konsumen, yang sangat berguna bagi pekerjaan saya.  Saking seriusnya mengikuti seminar ini, ketika sesi tanya jawab saya tiba-tiba ingin sekali bertanya.  Tau-tau saya sudah tunjuk jari dan kemudian panitia menyodorkan microphone kepada saya.  Mampus.... Tapi ya sudah, nasi sudah menjadi bubur.  Saya raih michrophone itu dan saya bicara.  Untungnya semuanya berlalu dengan baik.  Kalimat terlontar semua, pembicara mengerti pertayaan saya dan kemudian memberikan jawabannya.  Lega sekali....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di kantor, teman kerja sesama peserta seminar menceritakan kejadian tadi kepada teman yang lain, saat kami sedang ngobrol bertiga. "Tadi di seminar, Yasmin nanya ke pembicara lho."  Teman yang lain pun terheran-heran..."Oya? tumben kamu berani ngomong?" Aduh, saya mulai menunduk, nggak jawab apa-apa.  Lalu teman saya cerita lagi, kali ini sambil tertawa-tawa..."tapi lucu, ngomongnya putus-putus, kok ada jedanya gitu?" Saya tambah menunduk....Teman saya yang diceritakan kebetulan cukup dekat sama saya, dia langsung mengalihkan pembicaraan.  Dan saya ingin menunduk lebih dalam, ingin mengubur diri ke dalam tanah, dan nggak muncul-muncul lagi....Oh my God...malu banget....saya pikir saya berhasil bicara dengan baik dan lancar, ternyata itu bukan pengungkapan yang bagus.  Saya nggak akan lagi-lagi deh bicara di seminar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8942161066239146756-7774400336475898261?l=blockingmoments.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/7774400336475898261/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2008/06/bicara-di-seminar.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/7774400336475898261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/7774400336475898261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2008/06/bicara-di-seminar.html' title='Bicara di Seminar'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756.post-7659290127518150744</id><published>2008-05-13T11:50:00.000+07:00</published><updated>2009-10-30T15:26:04.062+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STUTTER'/><title type='text'>Bu Guru Galak</title><content type='html'>Waktu SMP saya punya guru galak. Ngomong sama guru apalagi galak, tentu saja saya bakal gagap. Karena itu sedapat mungkin saya menghindar ngomong sama guru, terutama bu guru yang galak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sialnya si bu guru galak ini tiap berangkat sekolah naik bis yang sama dengan yang saya tumpangi. Jadi kalau jamnya pas, saya pasti ketemu dia. Untuk mengucapkan "selamat pagi bu" rasanya nggak sanggup, pasti saya bakal gagap-gagap, jadi saya tidak pernah mengucapkan sapaan itu, saya hanya mengangguk dan tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata buat bu guru, itu saja tidak cukup. Sialnya lagi, dia tidak menegur saya langsung melainkan ngomel-ngomel di setiap kelas. Jadilah saya dicap murid tidak sopan dan disebarluaskan ke seluruh murid di beberapa kelas dan mungkin juga ke seluruh guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya gundah gulana banget. Tapi lupa deh penyelesaiannya gimana. Saya juga lupa dapat nilai berapa di pelajaran dia. Yang jelas saya akhirnya lulus dari sekolah itu dan terbebas dari si bu guru galak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun kemudian, berlangsung reuni. Saya pikir semua orang sudah melupakan kejadian itu, ternyata satu orang murid, ya temen saya sih, masih inget dan ingatan itu diungkapkan terus menerus tiap ketemu. "Jaman SMP yang gue inget banget tuh waktu elu dicela-cela bu T.... (sensor) gara-gara lu nggak nyapa dia di bis." Anjrit!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8942161066239146756-7659290127518150744?l=blockingmoments.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/7659290127518150744/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2008/05/bu-guru-galak.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/7659290127518150744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/7659290127518150744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2008/05/bu-guru-galak.html' title='Bu Guru Galak'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756.post-2475951648770795681</id><published>2008-05-12T11:17:00.000+07:00</published><updated>2009-10-30T15:27:03.791+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STUTTER'/><title type='text'>Mengapa harus ditutupi?</title><content type='html'>Kalau pertanyaan ini diajukan ke saya, mengapa gagap harus ditutupi? Jawabannya, karena memalukan.  Selain itu masih ada stigma untuk orang gagap.  Stigma bahwa orang yang gagap itu pasti bodoh.  Padahal tidak benar begitu, tapi namanya juga stigma, agak sulit melawannya.&lt;br /&gt;Daripada ada cap bodoh itu, lebih baik saya menutupi kegagapan saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bisa menutupi gagap saya dengan berbagai cara, intinya bicara pelan-pelan dan tidak terlalu keras, serta pikir dulu sebelum ngomong.  Hasilnya lumayan, walaupun setiap saya ngomong seperti ada jedanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, tiap saya mau ngomong diawali dengan terbata-bata yang kedengeran banget. Sekarang saya menutupinya dengan tidak bersuara, jadi berbentuk blocking gitu, diam di tengah-tengah ngomong.  Makanya jadi seperti ada jedanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya kalau beberapa detik tidak keluar juga kata itu, maka saya nggak jadi ngomong, atau saya ambil napas trus ganti kalimat keseluruhannya, kadang-kadang jadi ganti maksud juga, tadinya mau bilang A jadi bilang B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang nyebelin sih, dan masih ada kontroversi juga apakah gagap harus ditutupi (dengan risiko, maksud kita belum tentu tercapai) atau dibiarkan terdengar yang penting maksud kalimatnya tercapai diucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sih tetap memilih menutupi gagap saya....soalnya gini bo' kalau dipaksakan ngomong, saya akan terlihat terbata-bata, kadang-kadang diiringi dengan gerakan-gerakan kepala menghentak-hentak gitu, lalu mata saya otomatis merem seperti orang kejang. Kalau kata-katanya benar-benar susah, suara yang keluar cuma erangan atau seperti orang mengendus gitu. Malu banget kan.  Kalau lagi kelepasan terjadi juga sih hal seperti ini, dan rasanya malu banget.  Nanti di posting-posting berikutnya akan saya ceritakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8942161066239146756-2475951648770795681?l=blockingmoments.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/2475951648770795681/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2008/05/mengapa-harus-ditutupi.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/2475951648770795681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/2475951648770795681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2008/05/mengapa-harus-ditutupi.html' title='Mengapa harus ditutupi?'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756.post-729973972062778922</id><published>2008-05-11T12:03:00.000+07:00</published><updated>2009-10-30T15:27:03.796+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STUTTER'/><title type='text'>Akhirnya Bikin Blog</title><content type='html'>Akhirnya saya bikin blog ini, terinspirasi blog bernama "closetstutterer" yang dibuat oleh Sophie Sacca. Saya nggak tau Sophie berkedudukan di mana, karena nggak ada keterangannya, tapi bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris. Posting dia berhenti pada 2007, selanjutnya nggak ada posting lagi di blog itu. Apakah dia pindah blog atau berhenti menulis, saya nggak tahu. Yang jelas blog itu menginspirasi saya untuk membuat blog ini. Cerita-cerita tentang saya sebagai gagapers yang mungkin saya bisa menjadi tambahan pengalaman atau pengetahuan buat orang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8942161066239146756-729973972062778922?l=blockingmoments.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/729973972062778922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2008/05/akhirnya-bikin-blog.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/729973972062778922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/729973972062778922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2008/05/akhirnya-bikin-blog.html' title='Akhirnya Bikin Blog'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8942161066239146756.post-8357991376931412054</id><published>2008-05-10T00:26:00.000+07:00</published><updated>2009-12-12T13:12:53.663+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ACTIVITY'/><title type='text'>Journey for a better life</title><content type='html'>Tinggal di Singapura selama 6 hari sebenarnya merupakan sebuah perjalanan bagi saya untuk menempuh hidup yang lebih baik. Di sana ada Wina, teman baikku dari SMA yang di tengah perjalanan pertemanan kami itu kami pernah saling merasakan cinta, memadu kasih dan mengungkapkannya dalam bentuk kemesraan. Kini, urusan mesra-mesraan telah berlalu, kembali lagi menjadi teman baik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan Wina baik, seperti di buku cerita. Ibu rumah tangga dengan suami ke kantor dan 2 anak yang aktif bersekolah. Dia memasak, mencuci, beres2, antar jemput anak sekolah, menampung cerita anak perempuan yang cerewet, mengomeli dan diomeli anak laki2 remaja yang sedang jutek2nya. Hidup sehat jasmani, rohani, tanpa asap rokok, minuman alkohol dan tanpa kata kasar. Di sinilah pelajaran bagi saya untuk menjalani hidup yang lebih baik. Sejak beberapa waktu sebelum berangkat ke Singapura, saya berhenti merokok. Sebenarnya memang dari dulu saya sudah ingin berhenti, tapi tak kunjung kejadian. Rencana menginap di rumah tanpa rokok inilah yang membuat saya benar-benar stop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berada di dalam keluarga yang menjalin hubungan kekeluargaan secara harmonis, itu juga yang saya pelajari. Habis ini, saya akan berkeluarga..... waaah ahhh huh hah.... enggak lah, nggak semuluk itu, tapi paling enggak saya mau merapatkan hubungan saya dan keluarga yang sudah ada, misalnya saya mau lebih banyak ngobrol sama ibu saya, lebih sering nongkrong di rumah kakak-kakak saya dan main dan ketawa-ketawa  dengan keponakan2 saya yang kocak2 itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu karena tinggal di rumah Wina saya jadi punya keinginan untuk merapikan hidup saya. Rumah yang bersih, rutinitas yang tertata, bicara sopan dan banyak baca buku.... hehehe apa hubungannya ya? Ya itu tadi, hidup yang harmonis seperti di buku-buku.....&lt;br /&gt;This is really a journey for a better life.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8942161066239146756-8357991376931412054?l=blockingmoments.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blockingmoments.blogspot.com/feeds/8357991376931412054/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/12/journey-for-better-life.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/8357991376931412054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8942161066239146756/posts/default/8357991376931412054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blockingmoments.blogspot.com/2009/12/journey-for-better-life.html' title='Journey for a better life'/><author><name>- yasmin sutomo -</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
